lihat juga

Sunday, December 9, 2012

MENSTRUASI


Fisiologi Menstruasi

  • Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan).
  • Gangguan dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan.
  • Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter meningat siklus ini alami dan harus ada di tubuh wanita
  • Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari,
  • 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari.
  • Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya terdapat pada 2/3 wanita dewasa,
  • sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menarche dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur.
  • Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.
Gambar 1. Kompleks Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium
Siklus Menstruasi Normal
  • Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu,
  1. Siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim).
  2. Siklus indung telur
  • Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu
  1. Siklus folikular
  2. Siklus luteal,
  • Sedangkan siklus uterus dibagi menjadi
  1. Masa proliferasi (pertumbuhan)
  2. Masa sekresi.
  • Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal.
Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu
  1. Perimetrium (lapisan terluar rahim)
  2. Miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah),
  3. Endometrium (lapisan terdalam rahim).
  • Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian
  • Endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar,
  • Dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
  1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
  2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
  3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
Gambar 2. Siklus Hormonal
  • Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur).
  • Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.
  • Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH.
  • Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis.
  • Penyaluran RH (releasing hormones) dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.
  • Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen.
  • Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium.
  • Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi.
  • Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum,
  • Di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik). Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium.
  • Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron.
  • Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium.
  • Proses ini disebut haid atau menstruasi.
  • Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.
  • Agar menjadi mudah mengingat ada perumusan mudah tentang menstruasi mekanism dengan sebutan : FELP Me
  • ini diartikan dengan awalan keluarnya F (FSH) dari hipofise ke ovarium maka akan mempengaruhi Folicle untuk tumbuh ( Foliclle Stimulating) membesar yang disebut FDG ( Follicle de Graff) ,
  • FDG ini akan mampu mensekresi (Estrogen) ,
  • Estrogen ini mempengaruhi penebalan dinding Endometrium untuk mengantisipasi ovum jika dibuahi membentuk zygot dengan menempel di dinding uterus ini ,
  • Estrogen juga dikirim melalui darah ke Hypofise sehingga menghentikan FSH namun sekaligus memacu keluarnya L ( LH - Luteinizing Hormon ) ,
  • LH inilah yang kemudian dikirim ke ovarium membuat FDG matang kemudian pecah dan terjadi ovulasi ,
  • Keluarnya ovum dari follicle membuat FDG menjadi kosong membentuk Corpus Luteum
  • Corpus luteum akan mampu membuat hormon pengganti Estrogen yang kita sebut Progesteron
  • Jadi LH memacu keluarnya P (Progesteron)
  • Dengan adanya Progesteron inilah endometrium semakin kuat menebal bahkan membentuk pembuluh darah ,
  • Namun karena perjalanan panjang ovum dari infundibulum tubae ke uterus tidak dibuahi waktunya lama membuat korpus luteum menjadi tua membentuk Corpus albicans ( badan putih) tentu kadar Progesteron di sekresi menjadiberkurang
  • Dengan berkurangnya Progesteron maka luruhlah perlahan lahan sesuai berkurangnya Progesteron ,
  • Karena Progesteron berperan dalam mempertahankan / menempelnya endometrium di dinding rahim maka luruhlah endometrium itu yang kita sebutMe ( Menstruasi )

Konklusi 

F - E - L - P Me 
menjadi jelas uraiannya F memacu keluarnya E , E memacu keluarnya L dan sekaligus menghentikan F , L memacu keluarnya P , karena P berkurang maka terjadi Me , jika Me selesai mulailah F kembali muncul ...begitu OK

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
  1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
  1. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
  1. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
Siklus ovarium :
  1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
  1. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari
Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus menstruasi normal:
  1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya
  2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium
  3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis. Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol, tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik)
  4. Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah hormon progesteron
  5. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi, dari folikular ke luteal
  6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
  7. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi
  8. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya

Siklus Menstruasi Normal

ads

Ditulis Oleh : erhan ahong Hari: 11:11 PM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf