lihat juga

Monday, December 31, 2012

Gending Sriwijaya - Perpaduan Antara Sastra, Tari, Kebudayaan, Kejayaan dan Keagungan Kerajaan Sriwijaya

Setelah sukses dengan film Pengejar Angin, Pemerintah provinsi Sumatera Selatan kembali menggandeng Putar Production menggarap film sejarah berjudul Gending Sriwijaya.
Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara.
Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke daerah tersebut, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu.
Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.


Hanung Bramantyo, Setelah sukses membuat kisah tokoh Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, dalam film Sang Pencerah, pria 36 tahun itu kembali bertindak selaku sutradara film kolosal ini.


Gending Sriwijaya menjadi proyek kedua Hanung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Proyek pertama adalah film Pengejar Angin. Sebuah film yang membuat pemeran pendukung prianya, Mathias Muchus, mendapat Piala Citra tahun 2011.
Dalam Film ini Hanung menggaet beberapa pemain antara lain : Julia Perez, Agus Kuncoro, Mathias Muchus, Sahrul Gunawan, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Hafsary Thanial Dinoto, Teuku Rifnu Wikana, Qausar Harta Yudana, Tya Arifi.

Meskipun ada nama Julia Perez, namun Hanung memastikan bahwa Jupe tidak akan beradegan vulgar. Peran yang Jupe dapatkan berbeda dan tidak sama seperti peran Jupe sebelumnya.

"Jupe di film saya ini tidak akan menampilkan keseksian dan auratnya seperti film-film dia sebelumnya," ujar Hanung saat ditemui di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.


Dalam film tersebut, Jupe berperan jadi perampok. Ia harus beradegan figthing. Uniknya, Hanung mengakui dalam adegan fighting Jupe hampir selalu memerankan tanpa seorang stuntman.

"Jupe di sini menjadi seorang perampok. Ada adegan dia fighting, dipukul, ditendang perutnya, dan dia melakukan semua adegan ini tanpa stuntman," jelas Hanung.


Sinopsis Film Gending Sriwijaya

Nusantara di abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya ,muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan.Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jaya nasa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun diluar adat kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian di tangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati.Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek.Dengan kekuatan penuh ,pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas.
Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya tak luput menjadi korban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbauatan adiknya, makin meradang.Ia harus menghentikan kelakuan adiknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Sepuluh orang menyiapkan sebuah serangan balasan kepusat Kedatuan Bukit Jerai. Berhasilkah Purnama Kelana merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai?


Trailer Film Gending Sriwijaya
 
Trailer Film Gending Sriwijaya
Denaihati
 

ads

Ditulis Oleh : erhan ahong Hari: 8:50 PM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf