Monday, April 1, 2013

Eyang Subur Tempat Dikala Susah


Eyang Sigit, murid eyang Subur menceritakan kehidupan orang-orang yang datang ke eyang Subur. "Orang yang datang ke sini (eyang Subur) itu orang sakit, stres semua, termasuk saya dulu," kata eyang Sigit di kediaman eyang Subur, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, 28 Maret 2013.

Orang yang datang ke eyang Subur adalah orang yang mencari kedamaian dan ketenangan, karena biasanya mereka datang membawa masalah pribadi. "Saya contohnya, waktu rumah tangga sedang kacau dengan istri, waktu rezeki masih belum seperti sekarang. Saya sendiri, saya ke sini dan (sekarang) damai," dia menjelaskan.

Menemui eyang Subur ibarat menemukan sosok pengayom. Pengalaman Sigit, dengan berguru pada eyang Subur membuatnya semakin dekat dengan Yang Maha Kuasa. "Mendengar ocehan beliau sudah adem," katanya.
Orang-orang yang memiliki masalah, kalau datang ke eyang Subur akan merasakan ketentraman. Semua disuruh berserah diri sama yang Maha Kuasa. Disuruh memperbanyak doa dan tekun salat.

Mereka, orang-orang yang tengah menuding eyang sebagai guru aliran sesat, dulunya juga datang ke eyang Subur membawa masalah. "Mereka waktu datang ke eyang (Subur) itu susah, miskin, hutang banyak, dan enggak punya rumah," katanya menjelaskan. 

Bahkan menurut eyang Sigit ada yang bertengkar dengan istri dan selingkuh. Eyang Subur memberikan nasihat agar mereka menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

Namun mereka tiba-tiba menuding eyang sebagai guru aliran sesat dan tukang santet. "Sekarang sudah kaya kok malah menghujat," katanya prihatin. Eyang Subur hanya tersenyum menanggapi hal ini. "Eyang dihujat malah diam saja. Diam itu emas."

No comments:

Post a Comment