"Ini membuktikan bahwa FIFA tetap mengontrol PSSI sebagai anggotanya dan mereka tidak mau tangannya kotor untuk menyelesaikan kemelut di organisasi yang lebih mengedapankan ego kelompok dari pada kepentingan sepak bola," kata Fritz yang juga seorang sosiolog tersebut. Menurut Fritz, FIFA tahu persis bahwa di belakang pasangan George Toisutta dan Arifin Panigoro adalah pemerintah dan KON/KOI.
"Sejak sejak proses seleksi oleh Komite Seleksi dan Banding sebelumnya terlihat jelas peran Menpora dan Ketua Umum KON/KOI dalam mendukung pasangan tersebut. Jadi FIFA memaksa pemerintah dan KON/KOI yang harus mengkoreksi sikap tersebut," katanya. Fritz mengibaratkan FIFA memainkan sebuah permainan yang sangat cantik dalam sepak bola, yaitu dengan menerapkan strategi serangan balik (counter).
Terkait dengan keputusan FIFA yang memberikan kesempatan bagi Komita Normalisasi untuk kembali menggelar kongres PSSI sebelum 30 Juni mendatang, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo sehari sebelumnya menyatakan bahwa ia langsung melakukan komunikasi dengan George Toisutta dan Arifin Panigoro (GT-AP).
FIFA dalam keputusannya menegaskan bahwa pasangan GT-AP dan dua orang lainnya yaitu Nurdin Halid serta Nirwan D Bakrie tetap dilarang maju dalam pencalonan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.
"Komunikasi telah kami lakukan baik ke Pak George maupun Pak Arifin. Selain itu kami juga melakukan komunikasi dengan presiden. Pada dasarnya respon mereka cukup bagus. Pak GT-AP insyaalloh mau menerima keputusan FIFA," kata Rita di Jakarta. Menurut Rita, dengan adanya keputusan FIFA yang masih memberikan kesempatan untuk melaksanakan kongres, maka pihaknya menghimbau kepada semua pihak yang terlibat agar melaksanakan keputusan itu sebaik-baiknya.
Jika tidak dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada, kata dia, maka Indonesia masih terancam mendapatkan sanksi tegas dari federasi sepak bola dunia itu. Yang penting bagaimana membuat kongres berjalan lancar dan bagaimana membuat Indonesia terbebas dari saksi tegas FIFA, katanya menambahkan.
Berdasarkan pertemuan antara Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar dan pelaksana harian Sekjen PSSI Joko Driyono dengan perwakilan FIFA Thierry Regenass dan Frank van Hattum di Zurich Swiss. Diputuskan bahwa kongres harus digelar sebelum 30 Juni mendatang. Jika kongres dengan agenda pemilihan pengurus PSSI periode 2011-2015 tetap gagal seperti Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, FIFA mengancam akan memberikan sanksi skorsing per 1 Juli. Demikian catatan online dari admin Blog Kanghari yang berjudul Pengamat olahraga Fritz Elliker Simanjuntak.
No comments:
Post a Comment