lihat juga

Tuesday, April 30, 2013

Inilah Cara Madrid Bangkitkan Mental Juara

 Headline
Madrid - Hari ini adalah hari istimewa bagi Real Madrid. Segenap publiknya bersiap. Bukan untuk melakukan pesta pesta, tapi lebih seperti sedang mengantarkan pahlawannya ke medan perang. Menuju laga hidup mati.

Madrid tumbang 1-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Signal Iduna Park, kandang Dortmund, pekan lalu. Madrid wajib menang 3-0 pada leg kedua di Santiago Bernabeu dini hari nanti. Syarat itu bisa jadi lebih berat. Jika Dortmund mampu cetak gol, Madrid harus menang dengan selisih minimal empat gol.
Terlihat mustahil, namun dengan mental yang tepat, semua bisa dicapai. Mental juara inilah yang sedang dibangun Los Blancos dalam diri para pemainnya. Tengok saja ruang ganti pemain. Ini adalah ruangan yang menjadi rumah skuad utama Los Blancos. Sedikit sekali yang bisa masuk kemari.

Dalam beberapa hari terakhir, keempat sisi dinding ruangan ini memiliki dekorasi baru. Berbagai poster dengan pesan motivasional memenuhinya. Pesan-pesan ini diharapkan terserap hinga ke alam bawah sadar Sergio Ramos cs, memberikan kekuatan baru menjelang pertandingan terbesar sepanjang karir para pemain bersama Madrid.

‘Tak ada yang mustahil’, itulah tema besar dekorasi ruang ganti tersebut. Pesan lainnya yang terpampang di sana adalah ‘bersama kita bisa’, ini merupakan slogan Madrid di era Fabio Capello. ‘Bangkit’, kata itu tertulis di sisi lainnya, demikian dilansir The Sun.

Los Blancos berharap bisa mengulang sejumlah comeback bersejarah. Diantaranya pada putaran kedua Kejuaraan Eropa (sekarang Liga Champions) musim 1975-76. Setelah tumbang tumbang 1-4 di kandang Derby County. Madrid mencatatkan skor yang sama hingga 90 menit akhir laga, laga pun dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Santillana berhasil membawa Madrid melaju ke putaran berikutnya setelah mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-100.
Setelah itu, Madrid juga berhasil melakukan comeback dari Borussia Moncengladbach pada perempatfinal ajang yang sama pada 1986. Dihajar 1-5 di Jerman, Los Blancos bangkit dan menang 4-0.
“Anda harus mengandalkan agresifitas mental, bukan fisik, dan mengandalkan semangat. Laga hari Sabtu (menang 2-1) di Vicente Calderon (kandang Atletico Madrid) adalah contoh sebuah tim yang kompak, bersatu, agresif dan 11 pemain yang bekerja untuk satu tujuan yang sama,” kata pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, seperti dilansir situs resmi Real Madrid.

Banyak pelatih memotivasi para pemainnya dengan menggunakan rekaman video namun Mourinho enggan mengikutinya. The Special One punya cara sendiri untuk membangkitkan mental juara para pemainnya.
“Cara terbaik untuk membangkitkan motivasi seharusnya adalah dengan meraih hasil baik lawan Dortmund. Fans akan termotivasi dengan sendirinya jika tim bermain baik. Ada orang-orang yang bekerja di area lain dan berpikir bahwa Anda bisa memotivasi orang lain dengan video. Saya memotivasi pemain dengan hasil,” katanya.

Spirit Juanito
Juanito tak terlalu dikenal oleh publik sepak bola secara umum, tak seperti para pemain legendaris Madrid lainnya seperti Emilio Butragueno, Alfredo di Stefano atau bahkan Ferenc Puskas. Namun bagi fans sejati Madrid, pemain era 1977 hingga 1987 itu adalah perlambang semangat Los Blancos.
Ia memperkuat Madrid pada sejumlah comeback legendaris seperti saat lawan Glasgow Celtic. Tumbang 0-2 di Glasgow, Madrid berbalik unggul 3-0 di kandang sendiri. Ia juga tampil saat Madrid mengalahkan Monchengladbach. Bersama Juanito, Madrid juga berhasil mengalahkan Inter Milan dengan agregat 5-4, setelah sebelumnya tumbang 0-3.

Soal sejarah tersebut, Mourinho tak mau sentimentil. Ia lebih fokus pada pekerjaannya sendiri.
“Soal Juanito, Anda semua tahu. Semua sejarah harus dihormati dan saya menghormatinya. Saya punya analisis saya sendiri untuk laga besok. Saya mencoba menjelaskannya kepada para pemain saya apa yang saya pikirkan dan itulah fokus utama saya,” Mourinho menegaskan. (inilah.com)

ads

Ditulis Oleh : erhan ahong Hari: 5:58 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf