lihat juga

Tuesday, April 30, 2013

Hammer Sonic 2013, Ketika Headbangers Berpesta

 
JAKARTA - Band dead metal Canibal Corpse dan Cradle Of Flith menutup pesta para headbangers di Ecopark, Ancol, dalam pergelaran festival musik paling berisik di Asia Tenggara, Hammersonic 2013.

Cannibal Corpse yang mulai terbentuk dan aktif di industri musik pada 1988 di Buffallo, New York, tampil memuaskan dahaga para penggemar musik cadas Tanah Air. Band yang diperkuat Paul Mazurkiewicz (drum), Alex Webster (bass), George Corpsegrinder Fisher (vokal), Patrick O’Brien (gitar), dan Rob Barrett (gitar) ini tampil all out membawakan lagu-lagu dari 10 album yang sudah dikeluarkan oleh band ini.

Mulai dari Hammer Smashed Face, Meat Hook Sodomy, Addicted to Vaginal Skin, Butchered at Birthserta Tomb of the Mutilated. Tidak seperti konser-konser pada umumnya, dimana penonton larut dan bergoyang mengikuti lagu, di Hammersonic 2013para penonton justru melakukan headbangmassal. Tidak hanya itu, aksi moshingpun mewarnai konser yang digelar selama dua hari, pada 27-28 April.

Setelah aksi panas Canibal Corpse di Sonic Stage, giliran band metal ekstrem asal Inggris, Cradle of Filth, menutup ajang Hammersonictahun ini. Dani Filth yang malam itu memakai kostum unik berhiaskan taring di lengan, disambut teriakan rindu para penggemar yang sudah menunggu penampilannya bertahuntahun.

Tak ayal, lagu-lagu andalan Cradle of Filth, seperti Nymphetamine, yang jadi soundtrackResident Evil: Apocalypse,membahana di Ecopark. Aksi encoreCradle of Filth yang membawakan Her Ghost in The Fog dan From Cradle to Enslave membuat penonton menggila. Headbangingmassal pun kembali terjadi! Namun, Hammer sonicbukan hanya milik kedua band yang menjadi penutup.

Penampilan ciamik juga ditampilkan band As I Lay Dying, yang memicu aksi mosh pitdan membuat panggung bergetar. Dari Indonesia, ada Seringai yang membuka penampilan dengan potongan film jadulberjudul Generasi Penolak Tua. Tidak berhenti sampai di situ, Seringai pun membuktikan kemampuan metalcoremereka dengan membawakan hitsmereka, seperti Tragedi, Serigala Militia, dan Dilarang di Bandung.

Band domestik lainnya yang tampil di Hammersonic 2013adalah Power Metal, Burgerkill, dan Dead Vertical. Panggung juga bukan hanya milik para musisi muda. Band metal lawas Suckerhead terlihat perkasa di Hammersonic 2013. Meski tak muda lagi, para personel Suckerhead tetap tampil prima. Cabikan gitar nan cadas ditambah vokal garang Krisna yang juga merangkap sebagai bassist memanaskan Hammersonicpada hari kedua.

Band lawas yang juga tampil penuh energi adalah Obituary. Hal tersebut dibuktikan dengan aksi moshingdi depan panggung. Band death metal asal Amerika ini jadi magnet kuat di penyelenggaraan pertama Hammersonic 2013. Tak heran jika penonton dari luar kota, juga beberapa bule, rela berbondongbondong untuk menyaksikan gebrakan ganas band yang saat ini dimotori oleh John Tardy (vokal), Donald Tardy (drummer), Trevor Peres (gitar), dan Terry Butler (bass).

“Gue dari Surabaya datengcuma pengin nontonObituary. Berangkat pagi,” celoteh pria bertato bernama Agung. Adapun di antara barisan band bergenre metal garis keras, terdapat satu band yang tampil berbeda. Bernama Epica, dipimpin vokalis perempuan bernama Simone Simons, memainkan repertoar lagu-lagu metal yang dikombinasikan dengan choir. Hammersonic Festivalmerupakan surganya penikmat musik cadas seperti heavy metal, hardcore, dan grindcore.

Ajang ini terinspirasi dari festival musik rock di Waken, sebuah desa kecil di Jerman. Pergelaran kedua Hammersonicini menampilkan 38 band cadas dari dalam dan luar negeri. Festival musik berisik ini juga sekaligus menunjukkan bahwa musik rock tidak pernah mati meskipun saat ini serbuan musik K-pop begitu deras mengalir.
(okezone.com)

ads

Ditulis Oleh : erhan ahong Hari: 4:33 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf