lihat juga

Monday, December 17, 2012

Tanda-Tanda Penyakit Leukimia

Tanda-Tanda Penyakit Leukimia

Penyakit Leukimia
Penyakit Leukimia

Tanda Penyakit Leukimia - Seperti halnya penyakit lain, penyakit leukemia juga memiliki gejala-gejala yang tampak. Meski gejala yang tampak ini hampir sama dengan penyakit atau infeksi ringan, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan berbahaya. Apalagi, penyakit leukemia ini bisa menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga dewasa. Tentu tanda-tandanya harus diketahui sejak awal.



Secara pasti, belum diketemukan faktor apa yang menjadi sumber terjadinya penyakit leukimia ini. Namun, penelitian para ahli menemukan bahwa orang yang terkena paparan radiasi tinggi sangat berpotensi mengalami penyakit leukemia. Selain itu, potensi terkena penyakit leukemia juga ada pada orang dengan genetika tertentu atau kelainan darah tertentu.

Meski belum ada penyebab yang jelas mengenai penyakit leukemia, penelitian telah menemukan tanda-tanda atau gejala penyakit leukemia yang bisa menyerang siapa saja. Dengan mengetahui tanda-tandanya sejak dini, Anda dapat melakukan pencegahan dan penanganan yang cepat dan tepat. Jangan tunggu sampai gejala terus semakin parah. Tanda-tanda tersebut di antaranya :

1. Anemia
Hal ini terjadi karena sel darah merah terdesak jumlahnya oleh sel darah putih. Anemia ditandai dengan pusing, lemas, dan lesu. Untuk memastikan apakah anemia yang dialami merupakan tanda leukemia atau bukan, lakukan pemeriksaan dengan dokter.


2. Terjadi pendarahan

Jumlah sel darah putih yang berlebihan, menyebabkan Platelet yang berfungsi sebagai pembeku darah tidak berfungsi. Pendarahan merupakan gejala yang lebih ekstrim dan berbahaya.

3. Nyeri tulang dan sendi
Pegal setelah mengalami aktivitas yang padat tentu menjadi sesuatu hal yang biasa. Namun, jika nyeri tulang dan sendi yang diderita tanpa sebab yang jelas, Anda perlu memeriksanya dan mengetahui sebabnya. Bisa jadi, nyeri tulang dan sendi tersebut merupakan gejala penyakit leukimia. Hal ini disebabkan karena produksi darah putih yang meningkat menyerang sendi dan tulang dalam tubuh.

4. Kelenjar Lympa membengkak
Hal ini karena lympa berfungsi menyaring darah sehingga ketika sel darah putih jumlahnya berlebih, akan terkumpul pada lympa. Pada usia anak-anak, gejala ini tampak pada keadaan fisik si anak. Anak akan mengalami lebam-lebam pada sekujur tubuhnya. Selain itu, juga mudah berdarah dan mimisan. Pada kulitnya terdapat bintik-bintik merah yang tidak jelas penyebabnya.

5. Susah bernafas
Penderita leukimia akan merasa sulit bernafas seperti penderita asma.

6. Pucat
Wajah penderita leukemia akan terlihat pucat karena jumlah sel darah merah akan terdesak oleh meningkatnya sel darah putih. Dengan demikian, tubuh si penderita akan mengalami kekurangan sel darah putih.

7. Infeksi ringan tak kunjung sembuh
Infeksi ringan biasanya akan cepat mengalami proses penyembuhan karena dibantu oleh sel darah putih. Namun, jika produksi sel darah putih tidak normal, maka fungsinya sebagai antibodipun akan hilang. Infeksi ringan si penderita penyakit leukemia menjadi tak kunjung sembuh tanpa bantuan antibodi tersebut. Bahkan, karena hilangnya fungsi antibodi tersebut juga akan menyebabkan penderita sangat mudah terserang infeksi.

8. Sakit perut dan Pembengkakan
Pembengkakan atau nyeri di perut bisa menjadi salah satu gejala leukemia. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sel darah putih yang mengakibatkan pembesaran limpa.

9. Demam dan keringat di malam hari
Keringat normal akan muncul pada saat kulit mengeluarkan sisa metabolisme yang disebabkan oleh gerak atau suhu lingkungan. Namun, jika di malam hari keringat terus keluar, bisa jadi salah satu gejala leukemia. Bahkan, gejala ini juga bisa diperkuat dengan demam.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, tidak perlu langsung merasa panik. Namun ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tubuh. Sebab, untuk mendiagnosa seseorang terkena leukimia atau tidak, harus melalui beberapa diagnosa kesehatan. Di antaranya melalui pemeriksaan darah menyeluruh, bipsy, CT scan, Magnetic Resonance Imaging, pemeriksaan infra merah, dan juga pemeriksaan ultrasound.



ads

Ditulis Oleh : erhan ahong Hari: 6:17 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf